Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNIPA

Kolaborasi Dosen, Mahasiswa, dan Alumni HIMMASTA Menghidupkan Semangat Belajar Anak-anak Papua

Manokwari, 26 April 2025 โ€” Sebuah momen penuh makna dan inspirasi kembali mewarnai perjalanan pengabdian sivitas akademika FMIPA Universitas Papua (UNIPA). Di tengah geliat kesibukan akademik, para dosen, mahasiswa, dan alumni Jurusan Matematika dan Statistika yang tergabung dalam HIMMASTA berinisiatif turun langsung ke tengah masyarakat, membawa semangat berbagi ilmu dan menyulut kembali kecintaan terhadap matematika di kalangan generasi muda Papua.

๐Ÿ” Menjawab Tantangan Nyata: Matematika yang Menakutkan?

Matematika selama ini kerap menjadi mata pelajaran yang dianggap sulit, kaku, bahkan menakutkan bagi banyak siswa. Mereka cenderung kehilangan minat belajar karena metode pembelajaran yang tidak kontekstual dan minim sentuhan kreatif. Di sinilah akar masalahnya: salah satu ilmu paling penting dalam kehidupan justru menjadi momok yang menurunkan kepercayaan diri anak-anak.

โ€œKami melihat banyak anak yang punya potensi besar, tapi mereka merasa gagal hanya karena nilai matematika yang rendah. Ini bukan soal kemampuan, tapi soal pendekatan,โ€ ujar Esther Ria Matulessy, S.Si., M.Si, koordinator alumni HIMMASTA sekaligus ketua tim pelaksana kegiatan PkM ini.

Bersama rekannya, Trigarcia M. Randa, S.Si., M.Si, dan Loria Amisah Lubis, S.Pd., M.Si, kegiatan ini dirancang bukan sekadar mengajarkan rumus-rumus, tetapi lebih kepada membangun rasa percaya diri dan kegembiraan saat belajar.

๐Ÿ“š Belajar yang Seru dan Bermakna

Mengangkat tema โ€œMatematika: Hitung Cepat, Tepat dan Menyenangkanโ€, kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi utama. Pertama adalah pendampingan literasi CALISTUNG (baca, tulis, dan hitung) untuk anak-anak usia dini. Anak-anak diajak mengenal huruf, angka, dan cara berhitung melalui metode yang menyenangkan dan penuh interaksi.

Sesi kedua adalah untuk anak-anak tingkat SMP, yang fokus pada materi matematika dasar seperti bilangan romawi dan pola bilangan. Uniknya, para pemateri menggunakan alat peraga visual dan pendekatan permainan edukatif agar materi menjadi lebih mudah dicerna dan menarik untuk diikuti. Bahkan, sesi diakhiri dengan games seru berhadiah, membuat suasana belajar terasa seperti bermainโ€”namun penuh makna.

โ€œAnak-anak sangat antusias! Mereka berani maju ke depan, menjawab pertanyaan, dan saling mendukung satu sama lain. Ini pengalaman yang sangat menyentuh,โ€ ungkap salah satu mahasiswa peserta kegiatan.

๐ŸŽ Donasi dan Kebersamaan: Hadiah yang Tak Ternilai

Tak hanya memberikan ilmu, tim PkM juga membawa donasi berupa alat tulis, buku cerita, buku tulis, bahan belajar, dan media edukasi lain yang akan mendukung aktivitas belajar anak-anak di pondok baca. Semua donasi berasal dari inisiatif dan kepedulian dosen serta alumni HIMMASTA.

โ€œIni bukan sekadar bantuan materi, tapi juga semangat. Kami ingin anak-anak tahu bahwa mereka tidak sendiri, ada banyak orang yang peduli pada pendidikan mereka,โ€ tambah Trigarcia.

๐Ÿ’ฌ Suara dari Pondok Baca

Merry C. Rumainum, M.Pd, ketua pengelola Pondok Baca Senja Papua Cerdas, mengaku terharu atas kehadiran tim FMIPA UNIPA. โ€œKegiatan seperti ini adalah oase bagi kami. Anak-anak benar-benar menikmati proses belajar, dan saya percaya dampaknya akan sangat panjang. Mereka jadi lebih berani, percaya diri, dan mulai menyukai matematika.โ€ Ia juga berharap kegiatan ini tidak berhenti di satu titik. โ€œKami berharap FMIPA UNIPA terus hadir bersama kami. Masyarakat sangat membutuhkan dukungan dari institusi akademik, terutama yang betul-betul hadir dari hati.โ€

๐ŸŒฑ Harapan untuk Masa Depan

Di akhir kegiatan, terlihat senyum anak-anak yang lebar, pelukan hangat dari para relawan, dan semangat baru untuk menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Dari pelajaran sederhana tentang pola bilangan dan angka romawi, benih perubahan telah ditanamkan.

Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas. Ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan kepedulian dan kreativitas, maka lahirlah sebuah pengabdian yang membawa dampak nyata.


๐ŸŸข FMIPA UNIPA akan terus mendorong program-program serupa yang memperkuat peran akademisi sebagai agen perubahan di tengah masyarakat Papua. Karena pendidikan sejatinya adalah cahaya yang mengubah masa depanโ€”dan setiap angka yang diajarkan hari ini, adalah pondasi untuk Papua yang lebih cerdas esok hari.