Manokwari, 20 Juli 2025 – Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bidang Sains dan Teknologi, Prof. Stella Christie, Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Universitas Papua (Unipa) dan disambut hangat oleh Rektor Dr. Hugo Warami bersama sivitas akademika. Kunjungan diawali dengan pengalungan noken dan penyerahan plakat sebagai simbol penghormatan.

Dalam kunjungan ini, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unipa turut ambil bagian aktif dengan menggelar pameran inovasi yang menampilkan berbagai produk hasil riset dan kreativitas sivitas akademika, seperti sagu cookies, minyak kelapa, hewan khas Papua yang telah diawetkan secara ilmiah, serta buku-buku ajar bidang sains

Wakil Rektor I, Prof. Jonni Marwa, memaparkan profil Unipa dan menekankan komitmen universitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis kekayaan lokal. Salah satu sorotan acara adalah presentasi mahasiswa tentang noken sebagai warisan budaya Papua yang telah diakui UNESCO, disertai usulan penyusunan modul ajar kearifan lokal untuk sekolah-sekolah di Papua.
Prof. Stella menyampaikan apresiasi atas karya riset dosen dan inovasi mahasiswa yang mengangkat potensi Tanah Papua. Ia menyebut hal ini sebagai langkah nyata menuju visi Unipa sebagai universitas berbasis riset yang mandiri pada tahun 2035.

Dalam sesi diskusi, Dr. Harina O. L. Monim, S.Si., M.Sc., dosen dari Jurusan Matematika dan Statistika FMIPA, menyampaikan pertanyaan terkait konsep Sekolah Garuda—khususnya mengenai proses pelaksanaan, produk hasil pembelajaran, serta dampak yang diharapkan dari program ini, dan bagaimana konsep baru tersebut dapat disesuaikan serta diterima oleh peserta didik di Papua.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Stella menjelaskan bahwa Sekolah Garuda dirancang untuk memperkuat kompetensi sains, teknologi, dan rekayasa di wilayah 3T. Program ini tidak akan dibangun di daerah maju seperti Jawa, tetapi difokuskan pada wilayah yang benar-benar membutuhkan. Ia menekankan pentingnya adaptasi budaya dan keterlibatan lokal agar sekolah ini dapat berhasil dan diterima oleh masyarakat.

Kunjungan ini menegaskan komitmen Unipa dan Kemendiktisaintek dalam mendorong inovasi dan pendidikan berbasis kearifan lokal Papua.
