fmipaunipa.com – 18/10/2024
Manokwari – Jurusan Matematika dan Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Papua (UNIPA) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dalam bentuk Pelatihan Peningkatan Kemampuan Akademik Berbasis Computer Assisted Test (CAT) bagi siswa SMA Negeri Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat.
Kegiatan ini didasarkan pada Surat Tugas LPPM UNIPA No. 472a/UN42.15/AM/2024 tertanggal 6 Oktober 2024 dan dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni pre-test pada Jumat, 18 Oktober 2024; sesi pengayaan dan diskusi pada Kamis, 31 Oktober 2024; serta post-test pada Jumat, 1 November 2024. Pelatihan ini diikuti oleh 60 siswa kelas 12, yang terbagi dalam dua kelas, serta didampingi oleh dua guru. Sebanyak 18 pelaksana terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari 8 dosen dan 10 mahasiswa Program Studi Matematika UNIPA.

Pelatihan ini diselenggarakan di SMA Negeri Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat, sebuah sekolah negeri yang berlokasi di Jl. Serma Suwandi, Sanggeng, Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, dan berdiri sejak tahun 2021. Sekolah ini menghadapi tantangan tersendiri dalam menghadapi sistem Computer Assisted Test (CAT), yakni metode ujian berbasis komputer yang kini digunakan secara luas, termasuk dalam proses seleksi masuk sekolah-sekolah kedinasan. Dengan meningkatnya minat siswa terhadap sekolah kedinasan, diperlukan persiapan yang matang agar mereka dapat bersaing secara nasional. Sayangnya, beberapa formasi kedinasan seperti Politeknik Ilmu Permasyarakatan untuk wilayah Papua Barat menunjukkan jumlah pelamar yang rendah, yaitu 78 pelamar pada tahun 2021 dan hanya 22 pelamar pada tahun 2020.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu kecerdasan, kepribadian, dan kecermatan. Materi kecerdasan mencakup soal-soal verbal, numerik, dan figural yang bertujuan mengukur potensi seseorang dalam aspek bahasa, perhitungan, dan visual. Soal-soal seperti padanan kata, sinonim, antonim, soal cerita, silogisme, deret angka, serta gambar bersusun dan analogi gambar diberikan kepada siswa untuk melatih kemampuan logika dan berpikir kritis mereka. Sementara itu, materi kepribadian disusun dalam bentuk soal pilihan ganda yang menilai aspek pengambilan keputusan, penyesuaian diri, kepercayaan diri, stabilitas emosi, dan motivasi berprestasi. Adapun materi kecermatan dirancang untuk menguji sikap kerja siswa, yang penilaiannya mencakup kecepatan, ketelitian, dan ketahanan dalam menyelesaikan soal secara konsisten.

Rangkaian pelatihan ini diawali dengan pre-test untuk mengetahui kemampuan awal peserta. Selanjutnya siswa mengikuti sesi pengayaan dan diskusi yang difasilitasi oleh dosen dan mahasiswa. Pelatihan ditutup dengan post-test sebagai evaluasi atas pemahaman dan perkembangan siswa setelah mendapatkan materi.
Kepala SMA Taruna Kasuari Nusantara, Brigjen TNI Yusuf Ragainaga, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasinya kepada UNIPA. Menurut beliau, pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan oleh siswa untuk menghadapi tantangan seleksi masuk sekolah kedinasan yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi. “Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini. Anak-anak kami menjadi lebih percaya diri dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa yang akan mereka hadapi dalam tes kedinasan,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesiapan akademik siswa, tetapi juga mempererat hubungan antara UNIPA dan masyarakat, khususnya dalam peran aktif universitas sebagai agen perubahan di bidang pendidikan. Harapannya, program serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain di Papua Barat.
